Kamis, 12 Desember 2019

Alon

pada dasarnya manusia itu induvidual, mungkin pernyataan itu benar adanya. karena semua tingkah laku dan perbuatan kita selama di dunia kelak akan dipertanggungjawabkan sendiri. tidak ada kawan, keluarga ataupun pasangan kita. terkadang aku berpikir pengen banget bersikap egois karena menurutku tidak ada yang benar-benar peduli dengan kita kecuali Tuhan dan kedua orang tua. semuanya mendekati kita karena ada maksud dan tujuannya bahkan hanya sekeder pengen mengetahuinya saja. terkadang aku mencoba untuk menghargai dan membantu teman-temanku tapi yang ku terima kadang banyak banget kekecewaan dan sakit hati. mungkin aku yang terlalu berharap tinggi. diusiaku sekarang mungkin haruslah bersikap bodo amat. karena dengan begitu aku setikdaknya merasakan sedikit kekecewaan. di semester 7 ini aku bener-bener mengetahui karakter temen2ku. kadang mereka selau pengen didengarkan tapi pas aku bercerita mereka malah tutup telinga. sumpah aku semester 7 ini prustasi banget. pengen bunuh diri,, 
rasanya udah ngecewain kedua orang tuaku banget, kasian sekali mereka mengandungku. anak yang tidak ada gunanya, yang hanya merepotkan kedua orang tuanya dan hanya bikin nambah dosanya nanyi di hari akhir. mah dan mih odah minta maap atas segala kebodohan odah dan kesia-sian oda. maap oda belum bisa membuat kalian bangga. sumpah aku pengen mati

Minggu, 15 November 2015

Kenapa Saya Harus menulis??

Hy sahabat pena!!
Gimana nih kabarnya?? Semoga baik yah.
Owh iya ini adalah karya  pertamaku nih. Jujur saja saya masih baru banget dalamnih hal dunia blogger. Jadi maklumin saja yah kalau tulisannya masih acak adul *hihihi. Untuk mengawali karya di dunia blogger ini saya mau bahas tentang "Kenapa Kita Harus Menulis?" nih. Pasti pernah kan yah terbesit di pikiran kalian tentang hal Kenapa kita harus nulis sih? Oke kita langsung saja ke pembahasannya *kembali ke laptop.

"MENULIS" mungkin sebuah kalimat yang simpel tapi penuh akan makna. Yups setuju banget. Karena dengan menulis kita bisa menghasilkan karya, dengan menulis kita bisa menuangkan unek-unek atau pun ide-ide gila kita, dengan menulis kita bisa mendapatkan uang, dengan Menulis kita dapat menyampaikan informasi atau ilmu, dan masih banyak lagi hal yang dapat di lakukan ilmudengan menulis. Asyik bukan kegiatan menulis itu? Nah.. kegiatan menulis itu sangatlah penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Kegiatan menulis tidaklah sekedar menggoreskan tinta pada kertas, tetapi akan di lihat kedepannya adalah manfaat dari menulis itu sendiri. Kegiatan menulis sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan hal ini sudah dilakukan oleh nenek moyang kita jauh sebelum mengenal buku dan alat tulis. Ini menandakan bahwa kegiatan tulis menulis bukanlah hal yang sangat baru. Dan perlu kita ketahui juga kebiasaan menulis suatu bangsa dapat menjadi indikator kemajuan suatu bangsa. Banyak negara maju yang sebagian penduduknya telah memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya menulis. Kita dapat membandingkan sendiri perbedaan masyarakat berbudaya lisan dengan masyarakat berbudaya tulis.
..
Dalam sebuah tulisan dengan judul "menjaring ide" terdapat sebuah pesan yang mengungkapkan
"Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka jadilah Penulis"
Berkiblat dari pesen tersebut saya sadar betul dengan keterbatasan kemampuan yang saya miliki, ingin rasanya saya sebagai mahluk Allah SWT yang telah dianugrahi akal oleh-Nya, yang dimana saya mendapatkan kepercayaan atau amanat untuk menjalankan hidup ini, rasanya tidak etis bila saya dilahirkan di dunia ini tanpa sebuah karya.
Allah sendiri berulang kali menyerukan dalam al-Quran agar Kita para manusia menggunakan akal umtuk berfikir dan bertadabbur.
Nah.. mungkin dengan saya menulis, setidaknya saya membuat subuah karya yang ingsyaallah nantinya bisa bermanfaat bagi orang lain atau bahkan bisa ngubah dunia ini lewat karya-karya tulis saya dan menampakkan diri saya bahwa sanya saya benar-benar ada dan benar-benar hidup.
Seperti hadist berikut;
"Sebaik-baiknya manusia diantara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain"(H.r.Bukhari) Aamiin..
   
    Ada juga yang bilang tulisan itu tidak akan pernah terlekang oleh waktu. Seperti yang diungkapkan oleh Erwin Arianto yaitu
"Yang tertulis akan abadi, yang terucapkan lenyap bersama hembusan angin"
Kenapa? Karena tulisan bersifat abadi sepanjang tulisan tersebut di abadikan dalam bentuk media, seperti buku atau bisa juga dalam bentuk elektronika dengan menyimpannya di internet. Tidak seperti halnya bila Kita menyimpan di otak, jika sering Kita ingat-ingat tulisan itu mungkin lama-kelamaan akan hilang.
Contoh;
  Seperti yang Kita tahu sebelumnya, bahwa Allah telah menurunkan Al-Quran jauh sebelum Kita lahir, lebih tepatnya pada masa Nabi Muhammad bertahta sampai sekarang masih dapat Kita baca dan fahami isinya. Al-Quran itu juga termasuk tulisan
Coba bayangkan jika bukan berupa tulisan melainkan lisan? mungkin makna dan kandungannya lama-kelamaan akan terkikis dan menghilang.
.. pada subisi artikel ini saya menggunakan kata keabadian, karena merujuk pada salah satu sabdah Nabi Muhammad SAW tentang amal yang tak pernah putus;
"Apabila seorang anak adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang senantiasa berdoa untuknya (H.r Muslim)".
Nah.. setidaknya menghasilkan tulisan masuk dalam kategori ilmu yang bermanfaat. Bila kiranya Kita sudah tidak mampu beramal lagi Allah masih mencatat pahala Kita, apabila tulisan Kita masih bisa menginspirasi/memotivasi orang lain untuk berbuat baik.
Dan jujur saja ketika saya menulis itu ada rasa kepuasaan tersendiri yang membuat saya ingin terus menulis. Mungkin ada banyak ide-ide/unek-unek yang terkadang tidak dapat saya ungkapkan secara lisan. Dan benar saja saya termasuk tipe orang yang lebih memilih menulis ketimbang mengungkapkan sesuatu hal.
..
Tapi pada hakikatnya apapun tujuan Kita menulis. Sepanjang dilakukan dengan tujuan yang baik, ingsyaallah akan menghasilkan kebaikan dimanapun Kita berada, apapun atribut yang Kita sandang tidaklah perlu Kita permasalahkan
 Yang terpenting adalah kita menulis sesiatu secara maksimal sesuai kemampuan yang kita miliki sembari terus menerus belajar dan memperbaiki kualitas tulisan Kita sepanjang waktu.
..
Sekian ulasan yang dapat saya sampaikan! "Jangan melihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah yang di bicarakan"
Tetep Menulis dan ciptakan sayap-sayap karyamu guys..
And SEE YOU NEXT TIME GUYS...

By.SRI KUSNI A.T
Cirebon, 25 Juni 2016